Adil berasal dari bahasa Arab yang berarti berada di
tengah-tengah, jujur, lurus, dan tulus. Secara terminologis adil bermakna suatu
sikap yang bebas dari diskriminasi, ketidakjujuran. Dengan demikian orang yang
adil adalah orang yang sesuai dengan standar hukum baik hukum agama, hukum
positif (hukum negara), maupun hukum sosial (hukum adat) yang berlaku. Dalam Al
Quran, kata ‘adl disebut juga dengan qisth (QS Al Hujurat 49:9).
Dengan demikian, orang yang adil selalu bersikap imparsial,
suatu sikap yang tidak memihak kecuali kepada kebenaran. Bukan berpihak karena
pertemanan, persamaan suku, bangsa maupun agama. Keberpihakan karena
faktor-faktor terakhir—bukan berdasarkan pada kebenaran– dalam Al Quran disebut
sebagai keberpihakan yang mengikuti hawa nafsu dan itu dilarang keras (QS An
Nisa’ 4:135).
Dengan sangat jelas Allah menegaskan bahwa kebencian
terhadap suatu golongan, atau individu, janganlah menjadi pendorong untuk
bertindak tidak adil (QS Al Maidah 5:8).
Perilaku adil adalah perilaku yang terpuji, kita dapat
membiasakan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang sederhana berikut ini
:
- Menjalankan
segala perintah-Nya dan menjauhi apa saja yang telah di larang oleh Allah
swt
- Memberikan
rasa keadilan kepada orang lain, dari mulai keluarga, teman, tetangga dan
lain sebagainya.
- Selalu
mengargai dan menghormati orang lain, tanpa adanya sikap diskriminasi
(membeda-bedakan)
- Memberikan
hak-hak orang lain, misal : tidak merokok di samping orang yang tidak
merokok
- Menghormati
orang yang sedang berbicara dengan cara mendengarkannya
- Tidak
menyakiti diri sendiri, tidak merokok, mabuk-mabukan, narkoba dan lain
sebagainya
- Tidak
suka menyiksa hewan, tidak mengadu hewan, dll
- Selalu
merawat hewan dan tumbuhan dengan sebaik-baiknya, juga tidak merusak
lingkungan sekitar.
Berperilaku adil pasti ada hikmahnya, dan berikut ini
beberapa hikmah yang akan kita dapatkan apabila kita berbuat adil yaitu :
1. Menjadi pribadi
yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt, karena adil lebih dekat dengan
taqwa (Q.S. Al-Maidah ayat 8)
2. Menjadi pemimpin
dan teladan sekaligus pengayom bagi orang lain
3. Disegani dan
dipercaya oleh masyarakat sekitar
4. Menumbuhkan rasa
kepuasan, aman dan nyaman bagi orang lain
5. Menciptakan
ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat
6. Mempererat tali
persaudaraan dan pesatuan
7. Doanya cepat
dikabulkan oleh Allah swt, dan juga mendapatkan perlindungan/pertolongan
(naungan) dari Allah swt ketika di akhirat nanti, jika kita menjadi pemimpin
yang adil.
Bagaimana karakter adil pada diri saya? Sebenarnya sangat
sulit untuk enilai diri kita sendiri. Lalu penilaian dari orang sekitar? yaa
adil adil aja. Mereka bilang seperi itu dan saya pun masih banyak belajar untuk
dapat bersikap adil terhadap apapun.
SUMBER :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar